Wednesday, December 6, 2006

Cara Sujud Rasulullah (1)

http://www.penerbitakbar.com/sinopsis/tuntunanshalat.htm

Rasulullah saat hendak melakukan sujud, meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu sebelum kedua tangannya. Setelah meletakkan kedua lutut, beliau kemudian meletakkan kedua tangan, lalu kening, lalu hidung.

Itulah tuntunan sujud yang benar, yang diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Syarik, dari Ashim bin Kulaib, dari ayahnya, dari Wa`il bin Hajar. Wa`il mengatakan bahwa ia pernah melihat Rasulullah ketika hendak sujud, maka beliau meletakkan kedua lututnya sebelum meletakkan kedua tangannya. Dan ketika beliau bangkit, maka beliau mengangkat kedua tangan sebelum mengangkat kedua lututnya. Dalam soal sujud ini, tak ada yang meriwayatkan hadits yang bertentangan dengan keterangan tersebut.

Adapun hadits dari Abu Hurairah yang berbunyi,

إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ, فَلاَ يَبْرُكُ كَمَا يَبْرُكُ الْبَعِيْرُ, وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ

قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ

"Apabila salah seorang di antara kalian melakukan sujud, maka janganlah ia mendekam sebagaimana mendekamnya seekor unta (maksudnya melakukan gerakan seperti gerakan mendekamnya unta) dan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.”

Hadits ini –wallahu a’lam- terdapat wahm (kesalahan) dari beberapa perawinya. Bagian awal redaksi hadits tersebut bertolak belakang dengan bagian akhirnya. Karena jika seseorang meletakkan kedua tangannya terlebih dahulu sebelum meletakkan kedua lututnya, berarti dia telah mendekam seperti mendekamnya onta. Dalam kenyataannya, unta ketika mendekam kedua tangannya (kaki depannya –ed.) terlebih dahulu, baru kedua lututnya (kaki belakangnya –ed.).

Setelah mendapat penjelasan tentang kenyataan gerak mendekamnya unta itu, orang-orang yang berpegang kukuh pada kebenaran redaksi hadits di atas lantas membuat alasan bahwa yang dimaksud kedua lutut unta itu sebenarnya adalah kedua kaki depannya bukan kaki belakangnya. Unta ketika sedang mendekam, maka ia pertama kali meletakkan kedua lututnya (kaki depannya –ed.) terlebih dahulu. Dan inilah yang dilarang dalam sujud.


Pendapat tersebut juga salah karena beberapa hal:

1. Ketika unta mendekam, ia meletakkan kedua tangannya (kaki depan –ed.) terlebih dahulu. Sedangkan kedua kakinya (kaki belakang -ed.) masih berdiri tegak. Ketika unta hendak bangkit, maka ia akan bangkit dengan kedua kakinya terlebih dahulu, sedang kedua tangannya masih berada di tanah. Inilah sebenarnya yang dilarang oleh Rasulullah dalam melakukan sujud.

Intinya, ketika hendak sujud maka harus menjatuhkan anggota badan yang paling dekat dengan tanah, kemudian anggota badan yang lebih dekat dengan anggota badan yang pertama. Ketika hendak bangkit, maka yang pertama kali diangkat adalah anggota badan yang paling atas.

Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.

Gerakan seperti ini berbeda dengan gerak mendekam yang dilakukan unta. Rasulullah amat melarang umatnya melakukan gerakan shalat yang menyerupai gerakan suatu jenis binatang. Misalnya, beliau melarang untuk mendekam sebagaimana mendekamnya unta, melarang berpindah-pindah sebagaimana berpindahnya serigala, melarang duduk dengan membentangkan kaki sebagaimana yang dilakukan binatang buas, melarang berjongkok sebagaimana berjongkoknya seekor anjing, melarang menekuk jari yang sampai berbunyi sebagaimana yang dilakukan gagak, dan melarang mengangkat tangan ketika salam sebagaimana gerakan ekor kuda terhadap matahari. Yang jelas, tuntunan gerakan shalat itu sangat berbeda dengan gerakan aneka jenis binatang.

2. Pendapat yang menyatakan bahwa kedua lutut unta itu terletak pada kedua tangannya (kaki depannya –ed.) adalah pendapat yang tidak masuk akal dan tidak dikenal oleh para ahli bahasa, karena lutut unta itu terletak di kedua kaki belakangnya.

3. Andaikata penjelasan hadits yang mereka utarakan itu benar, maka mestinya redaksi haditsnya berbunyi, “Maka hendaklah orang yang shalat mendekam sebagaimana mendekamnya unta.” Yang pertama kali menyentuh tanah adalah kedua tangan (kaki depan –ed.) unta. Di sinilah inti masalah ini. Yaitu bahwa bagi siapa saja yang mau memikirkan tentang mendekamnya unta, dan ia mengerti bahwa Rasulullah melarang untuk mendekam sebagaimana mendekamnya unta, maka orang tersebut akan yakin bahwa hadits Wa`il bin Hajar adalah yang benar. Wallahu A’lam.

Menurut saya, dalam hadits Abu Hurairah di atas telah terjadi pembalikan (kesalahan) redaksi haditsnya oleh sebagian perawi hadits. Barangkali saja redaksi hadits yang benar adalah, “Dan hendaklah meletakkan kedua lututnya sebelum meletakkan kedua tangannya.”



***

Dikutip dari buku: "TUNTUNAN SHALAT RASULULLAH"

Oleh: Ibnu Qoyyim al-Jauziyah


http://www.penerbitakbar.com/sinopsis/tuntunanshalat.htm


Diterbitkan oleh: Penerbit AKBAR (Cet. 1, Oktober 2006)


Isi: 448 halaman

Harga: Rp 55.000,- (Hard cover)


27 comments:

Muhabba said...

hadits dari Abu Hurairah yang berbunyi,

إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ, فَلاَ يَبْرُكُ كَمَا يَبْرُكُ الْبَعِيْرُ, وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ

قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ

"Apabila salah seorang di antara kalian melakukan sujud, maka janganlah ia mendekam sebagaimana mendekamnya seekor unta (maksudnya melakukan gerakan seperti gerakan mendekamnya unta) dan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.”

bukankah dari hadits tersebut telah jelas disebutkan hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya kenapa kita meragukan hadits diatas....

syariat itu bukan berdasarkan sesuai tidaknya dengan fikiran... karena banyak syariat yang mestinya kita yakini meskipun akal fikiran kita menganggap itu mustahil...
contohnya saja ketika peristiwa isra'mi'raj itu merupakan hal yg mustahil bila kita menggunakan logika akal
namun itulah mukjizat allah yng benar-benar terjadi dan kita patut mengimaninya, wallahu a'lam

DIECQIE said...

asslmualaikum.....
Hadist ini juga hampir sama dengan hadist yg diriwayatkan oleh Abu Daut dan Ahmad yg artinya :
" rasulullah SAW melarang umtnya melakukan sujut seperti UNTA yg hendak merebahkan badannya, Dimana unta tersebut merebahkan lutut yg berada dihadapannya terlebih dahulu, Orang yg sholat hendaknya meletakkan tangan nya terlebih dahulu sebelum kedua lututnya.

Hadist ini merupakan salah satu hadist yg termasuk dalam hadist bukhari dan muslim dan shahih serta jelas prawinya...
secara logika tangan digunakan untuk apa???
adakah untuk berjalan???
jelas yg digunakan untuk berjalan adalah kaki. pernahkah anda melihat unta berjaln menggunakan dua kaki dan makan menggunakan dua tangan yg ada didepannya???

jelas bahwa yg sujut menggunakan lutut duluan adalah sama seperti unta...

Ariful Ulum said...

yang bener mana sih, unta itu kaki depannya dulu atau kaki belakangnya, klo saya lihat kok penafsiran orang2 diatas berbeda ya

Zaenalmbob said...

Dua duanya bnar ! Tergantung kt sendiri yg mau pakai mana ?

roland maulana said...

Unta itu turun dengan dengkul duluan. Lihat videonya disini : http://www.youtube.com/watch?v=_xnnDkpQ3dg

roland maulana said...

Jika Berlainan Pendapat

Kembalikan kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(Al-Qur'an Surat : an-Nisa' (4) ayat: 59)

sani said...

walaupun haiwan berjalan dengan kaki empat tetapi dua kaki di bahagian hadapan adalah berperanan sebagai tangan juga. sebagai contoh kucing, monyet, kambing etc walaupun berjalan dengan menggunakan empat kakinya tetapi bila mereka bermain atau mencapai sesuatu, mereka akan menggunakan kedua-dua kaki bahagian hadapan sebagai tangan. Dengan ini sahlah bahwa sujud dengan mendahulukan tangan lebih menyerupai unta.Unta membongkok merebah dengan tangan hadapannya dahulu baru diikuti lututnya.. wallahualam

roland maulana said...

Yang jelas, "UNTA TURUN DENGAN DENGKULNYA LEBIH DULU".

roland maulana said...

Yang jelas, "UNTA TURUN DENGAN DENGKUL LEBIH DULU".

Gusrian Wirianto said...

"roland maulana said...

Yang jelas, "UNTA TURUN DENGAN DENGKULNYA LEBIH DULU"."

Lihat video yang Anda berikan tersebut.
Coba perhatikan baik-baik gerakannya, dia menurunkan kaki depannya terlebih dahulu yang kemudian diikuti kaki belakangnya.
Jika kita sujud dengan menapakkan tangan terlebih dahulu, apakah gerakan ini tidak mirip dengan gerakan unta tersebut?

Sedangkan Rasulullah SAW sangat melarang kita melakukan gerakan shalat yang menyerupai gerakan suatu binatang.
Dan jelas, anjuran sujud Rasulullah adalah meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu kening, dan hidung.
Dan dari segi etika, saya rasa ini pun terlihat lebih baik, lebih indah, dan lebih sopan dibandingkan dengan menapakkan tangan terlebih dahulu.

Wallahu a'lam bishawab.

renungan said...

bingung jg yaa..karena yg bicara ustadz semua, InsyaAllah luas ilmunya

roland maulana said...

bukankah haditsnya sudah jelas bunyinya :

"....hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya."

baca baik-baik bro.

jazakumullah khairan.

Pelangi Flora said...

Haidts Wail juga bunyinya sudah jelas, yakni hendaklah meletakkan lutut lebih dahulu. Dan kalo lihat video2 unta yg sitting down maka kelihatan sekali unta turun dengan kaki depan lebih dahulu baru kaki belakang (umumnya), dan kita disuruh untuk menyelisihinya.

Dalam Nailul Author, Imam Syaukani juga mengatakan jumhur berpendapat hadits Wail lebih benar. Datambahkan juga bahwa Ibnu Taimiyyah berpendapat ad kemaungkinan hadits Abu Hurairah tersebut redaksinya terbalik.

Wallahu a'lam.

"gaguk" said...

Hadist yang tangan duluan dari sahih bukhari dan muslim..? cukup jelas..

trus yang lutut duluan bunyi hadisnya seperti apa ya..?

"gaguk" said...

Hadist yang tangan duluan dari sahih bukhari dan muslim..? cukup jelas..

trus yang lutut duluan bunyi hadisnya seperti apa ya..?

nputra said...

bismillah..
assalamualaikum .

ikut memberi pendapat ..
d lihat dr hadits dan video , analogi nya sujud yg tidak menyamai unta itu telapak tangan d tanah tanpa menekuk sikut lalu lutut k tanah baru setelah itu sikut menekuk .

jd mungkin maksud lutut duluan itu sebelum sikut menekuk dan maksud tangan duluan itu telapak tangan tanpa menekuk sikut .

wallahu alam bishshawab

Syachryan said...

Assalamu'alaikum.

Mestinya posisi "lutut" dalam gerakan sujud itu adalah sudah berada di tanah/lantai terlebih dahulu lalu diikuti gerakan kedua telapak tangan ke tanah/lantai lalu kemudian kepala/wajah ke tanah hingga sempurna.

Analoginya ialah pada saat kita sujud kembali setelah duduk (duduk diantara 2 sujud), lutut tetap pada posisinya di tanah lalu kemudian diikuti gerakan kedua telapak tangan lalu wajah ke tanah.

Jadi saya pribadi lebih condong ke hadist Wail ketika sujud dalam shalat.

Wallahu a'lam.

Syachryan said...
This comment has been removed by the author.
ianliga said...

saya setuju yang harus lutut dahulu. sesuai video dan tuntunan yang lumrah dan memudahkan. yang setuju tangan dahulu tunggu saja nanti klo sudah tua dan renta. kebayang susahnya sujud klo tangan dulu. saya liat nenek2 dan kakek2 susah payahhh sujud model gitu.

Agama itu mudah dan memudahkan, klo sujud susah begitu, apa itu yang dikehendaki agama.

nanang lesmana said...

Kita selalu dilarang sholat seperti sikap atau prilaku binatang. Jangan seperti keledai, seperti kuda laras, seperti anjing, seperti unta. Yang sperti unta inilah yang sering menimbulkan kerancuan. Kita berkaki 2 dan binatang berkaki empat. Bisa jadi juga kaki depan yang 2 berfungsi sebagai tangan. Kepastiannya kakinya empat. Kalau anda turun hendak sujud tangan duluan maka anda seperti binatang. Tangan 2dua didepan kaki dua dibelakang. Tetapi kalau lutut anda turunkan dahulu tak satupun binatang seperti itu. Maka lutut duluanlah yang benar. Sesuai dengan yang dianjurkan.

LANDAK said...

yang berbeda dengan binatang yakni jika kepala duluan baru lutut kemudian kening terus hidung baru sikut dan terakhir telapak tangan. begitulan mungkin yang dimaksud - berbeda dengan binatang ---amin amin amin ya robbal 'alamiin

nanang lesmana said...

Hadits Nabi :
Dari Wail bin Hujr, ia berkata :” aku melihat Rasulullah apabila sujud, beliau meletakan dulu kedua lututnya sebelum kedua tangan nya. Dan apabila bangkit beliau mengangkat kedua tangan nya sebelum kedua lututnya (H.R. Abu Dawud, tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah ra secara marfuk (bersambung) kepada Rasulullah. Sesungguhnya beliau bersabda : “jika salah seorang diantara kalian sujud, hendaklah mendahulukan kedua lutut sebelum kedua tangan. Dan janganlah kalian turun menuju sujud seperti duduknya kuda jantan. (HR. Ibnu Abi Syaibah dari Abu Hurairah ra)

DIDIK SBW said...

Trs hadis yg shohe yg mana

angger_destamara said...

Ketika ada dua hadits yang tampak bertentangan seperti itu, para ulama akan memilih mana yang lebih kuat(sahih); kalau kedudukannya sama, sebisa mungkin dikompromikan agar sejalan; jika langkah tersebut tidak mungkin dicapai, hadist yang terdahulu dirombak (dinasikh) oleh yang terakhir, dengan catatan sejarah keduanya diketahui. Bila waktunya tidak jelas, sikap yang mereka ambil adalah al-waaf. Maksudnya kedua hadits tersebut tidak diamalkan, lalu beralih pada dalil lain. Solusi seperti itu diketemukan dalam kitab-kitab ushul fikih, seperti tashit Thuraqat, Irsayadul Fukhul dan al-Luma’. Yang menjadi permasalahan adalah para ulama sering berbeda menilai sebuah hadits. Hadits yang dianggap sahih oleh seorang ahli tertentu, pada saat yang sama kadang diklaim tidak sahih oleh ulama lain.
Intinya, Jangan sampai perbedaan itu merusak ukhuwah islamiyah di kalangan muslimin. shalat yang dipraktikkan umat Islam sebenarnya secara umum sama, karena berangkat dari sumber yang sama pula. Semua berdiri, membaca fatihah, ruku’ dan sbagainya. Hendaknya kita senantiasa terus berdoa dan berusaha mencari kebenaran agar diberi kemantapan oleh Allah, tanpa saling menghujat antarsaudara muslimin.

angger_destamara said...

Ketika ada dua hadits yang tampak bertentangan seperti itu, para ulama akan memilih mana yang lebih kuat(sahih); kalau kedudukannya sama, sebisa mungkin dikompromikan agar sejalan; jika langkah tersebut tidak mungkin dicapai, hadist yang terdahulu dirombak (dinasikh) oleh yang terakhir, dengan catatan sejarah keduanya diketahui. Bila waktunya tidak jelas, sikap yang mereka ambil adalah al-waaf. Maksudnya kedua hadits tersebut tidak diamalkan, lalu beralih pada dalil lain. Solusi seperti itu diketemukan dalam kitab-kitab ushul fikih, seperti tashit Thuraqat, Irsayadul Fukhul dan al-Luma’. Yang menjadi permasalahan adalah para ulama sering berbeda menilai sebuah hadits. Hadits yang dianggap sahih oleh seorang ahli tertentu, pada saat yang sama kadang diklaim tidak sahih oleh ulama lain.
Intinya, Jangan sampai perbedaan itu merusak ukhuwah islamiyah di kalangan muslimin. shalat yang dipraktikkan umat Islam sebenarnya secara umum sama, karena berangkat dari sumber yang sama pula. Semua berdiri, membaca fatihah, ruku’ dan sbagainya. Hendaknya kita senantiasa terus berdoa dan berusaha mencari kebenaran agar diberi kemantapan oleh Allah, tanpa saling menghujat antarsaudara muslimin.

Marin Kurniawan said...

Kalau menurut saya adalah hadist dari Wail bin hujr-lah yg benar, yaitu: lutut duluan baru tangan. Karena tidak menyerupai unta yg akan turun mendekam.
Coba lihat kalau unta yg akan turun mendekam, dia pasti akan mendahulukan kaki depan (dikatakan kaki, karena digunakan utk berjalan, sebenarnya kodratnya adalah tangan (lihat kucing, harimau, monyet, komodo dan hewan2 lainnya). Setelah kaki depan turun baru menyusul kaki belakang. Jadi, kalau unta turun mendekam, yang turun duluan adalah badan yg bagian depan, setelah itu baru badan bagian belakang. Jadi kalau kita sujud dgn tangan duluan baru menyusul lutut, berarti kita menyamai unta yg turun mendekam. Karena lebih dulu turun badan bagian atas dari badan bagian bawah. Gerakan seperti unta itulah yg dilarang oleh Rosul.
Jadi hadist dari Abu Huroiroh tsb redaksinya terbalik. Sebab lutut manusia berada pada kaki bukan pada tangan.

Coba di teliti hadist dari Abu Huroiroh "Apa bila salah seorang diantara kalian hendak melakukan sujud, maka janganlah ia mendekam sebagaimana mendekamnya seekor unta". Jadi intinya, janganlah sujud menyerupai unta yg turun mendekam.

Lalu sambungan hadist tsb "hendaklah ia meletakkan kedua tangannya sebelum ia meletakkan kedua lututnya". Jadi kalimat ini sangat rancu.

Berarti, kalau kita sujud mendahului tangan sebelum lutut. Berarti kita mengadakan gerakan persis seperti unta yg turun mendekam. Yaitu yg turun duluan adalah badan bagian atas baru badan bagian bawah. Lihat videonya cara-unta-turun-mendekam.3gp Wallahualam.

Ning said...

Salah seorang ustadzah saya melakukannya seperti ini : pertama mengambil posisi jongkok dengan kakti berjinjit (lutut belum diletakkan di tanah), kemudian meletakkan tangan di tanah, baru kemudian meletakkan lututnya. Jadi dengan demikian, ia meletakkan tangannya duluan ke tanah tanpa melakukan gerakan seperti unta. Bagaimana menurut ustadz sekalian?